Pernah dengar gak kalimat-kalimat begini yang selalu terdengar disekitarmu?
"Gak apa-apa deh, yang penting keluargaku bahagia, aku mah belakangan aja"
"Aku gak masalah kok kalau gak bahagia, asalkan dia/mereka bahagia"
"Aku perlu beli sesuatu untuk kebutuhanku bulan ini, tapi lebih baik aku belikan kado untuk sahabatku biar dia senang, kebutuhanku nanti saja lah"
dan banyak lagi kalimat-kalimat yang tidak jauh dari hal-hal tersebut. Pernah dengar kan? Yup, saya pun demikian. Parahnya lagi, terkadang saya menjadi salah satu oknum yang sering banget mengalah demi kebahagiaan orang lain. Beberapa teman memiliki pemikiran bahwa berkorban demi orang lain itu perlu karena hal itu akan memberikan tiket surga buat kita nantinya. Adapun yang mengatakan bahwa buat apa kita merasa bahagia di atas penderitaan orang lain, sampai-sampai ada yang bilang bahwa kita mundur sejenak untuk mendapatkan yang lebih baik. Wah, nampaknya agak berat ini topik ahahahahah....
Kebanyakan orang memang lebih cenderung melihat orang lain (keluarga, sahabat, pacar, rekan kerja, saudara, dll), peduli dengan orang lain dan memberikan prioritas kepada orang lain, namun ada hal yang sering dilupakan yaitu DIRI SENDIRI.
HOW ABOUT YOURSELF?
ARE YOU HAPPY?
Setelah bergelut di dunia persilatan dan menempuh perjalanan seperti kera sakti dan biksu Tong yang traveling buat cari kitab suci, pada akhirnya pemikiran saya pun berubah. Mungkin ini efek magang juga jadi sailormoon beberapa bulan di awal-awal tahun ini (abaikan...).
Suatu hari Mama saya bertanya seperti ini setelah saya menerima beberapa kali gaji di tempat kerja saya. "Hasil kerja di XX sudah berupa apa mbak?" dan disitulah saya baru menyadari bahwa saya menghabiskan gaji saya beberapa bulan bahkan hampir setahun lebih hanya untuk keluarga. Saya pun berkata jujur kepada Mama bahwa saya tidak terpikirkan membeli sesuatu dari gaji saya untuk diri sendiri. Mama saya pun marah besar saat itu. "Lihat tas kamu! resletingnya sudah rusak dan warna juga sudah pudar, lihat juga sepatu kerjamu! bawahnya mulai licin dan mengelupas tipis. Bukankah kamu butuh membeli sepatu olahraga juga untuk membantu proses dietmu nak?". Respon saya saat itu hanya terdiam dan terasa seperti dilempar grandpiano dari lantai 10 tepat di kepala saya.
Nah.. mulai terlihat kan? ahahahahah
Pernah juga bahkan sering saya alami hal seperti ini. Saya memiliki kelemahan di bagian lambung dan pencernaan. Jika tidak infeksi pencernaan ya sakit maag, pokoknya dua sakit itu sering sekali muncul tanpa diundang. Ketika saya sakit, tentu saya tidak merasa bahagia dong ya ahahaha namanya juga sakit ^o^ Ternyata penyebabnya adalah saya suka sekali makan makanan pedas, makan gorengan, jajan sembarangan seperti sempol, pentol yang beli dipinggir jalan dan dimakan dengan saus merah beserta sambelnya. Naaah.... terlihat bahagia banget kan kalau makan seperti itu? Mamang yang dagang dapat duit, dan saya juga bahagia karena menganggap itu bentuk reward lhooo ahahahha padahal tidak sama sekali ^o^
Jadi memang harus menjalani beberapa proses dulu agar kita bisa menyadari sesuatu bahwa kita harus jadi pribadi yang SMART. Smart di sini bukan berarti harus selalu ranking 1 ataupun yang lulus dengan IPK sempurna, namun bisa membedakan pilihan yang tepat atau bukan sebelum kita memberikan kepedulian kita ke orang lain. Bedakan dulu apakah orang tersebut memang memerlukan pertolongan atau hanya sekedar sebuah keinginan belaka. Biasanya ini sering terjadi ketika bersama pacar, teman, sahabat atau rekan kerja. Contohnya saat kuliah seorang dosen memberikan tugas mencari jurnal dan di resume, kemudian sahabatmu memintamu untuk membantunya mencarikan jurnal dan nitip untuk di resume secara singkat karena dia ada urusan mendadak. Jadi kamu bakal gimana nih? Fokus kerjakan tugasmu sendiri atau mengerjakan juga punya sahabatmu? itu sahabatmu lhoo ya.. kamu gak mau lihat sahabatmu bahagia dengan cara mengerjakan tugasnya yang sebenarnya bukan tugasmu? Sekali atau dua kali sih gak masalah ya, kalau sering? Nah..pikir sendiri yah mau diapakan itu sahabat ahahahha.... so.. ingat BE SMART!!
Selanjutnya adalah WISE. Misalkan adikmu pernah mengatakan bahwa dia ingin memiliki tas anti hujan, namun kamu sendiri perlu membeli jas hujan karena bulan ini memasuki musim hujan dan kamu ga punya jas hujan, ditambah lagi kamu perlu servis motor untuk memastikan bahwa motor yang kamu gunakan baik-baik saja saat banjir melanda (contoh nyata wkwkwkkw....). Mana yang bakal kamu pilih? membelikan tas anti hujan untuk adikmu atau beli jas hujan dan servis motormu? Berkorban itu boleh saja tapi kalau sampai menyiksa dan membuatmu menderita hingga mengabaikan kebutuhanmu sendiri, lebih baik bilang TIDAK. Walau terlihat egois tapi itu perlu dilakukan biar gak batin. Contoh selanjutnya adalah ketika kamu dituntut untuk bisa bertahan di suatu pekerjaan namun kamu tidak menemukan suatu kenyamanan pada pekerjaan tersebut, padahal keluargamu bahagia dengan pekerjaan yang kamu ambil. Maka apa yang akan kamu lakukan? memaksakan diri untuk bertahan? atau bijaksana dengan tindakan yang akan kamu ambil? Berlaku bijaksana itu gak rugi kok karena bijaksana itu bertindak dengan pemikiran yang matang sesuai dengan akal sehatmu sehingga aksi yang muncul akan tepat untuk dirimu dan tidak menyimpang dari pemikiranmu ^o^ so.. ingat BE WISE!!
Berikutnya adalah KIND. Kita itu lebih cenderung baik pada orang lain dengan cara menasehati mereka dibanding menasehati diri sendiri. Contohnya nih "Kamu itu jangan keseringan makan mi instant, ga baik buat kesehatanmu", tapi sendirinya juga makan wkwkwk. "Tinggi badanmu itu kurang pas kalau beratmu segitu, mending turunin 5kg gitu", tapi sendirinya juga obesitas. "Rajin cuci muka dong biar ga jerawatan di pipi kayak begitu", tapi sendirinya juga jerawatan di daerah rahang bawah. Nah.. sering banget kita mengabaikan hal-hal kecil seperti itu untuk diri sendiri karena lebih sibuk peduli dengan orang lain ^o^ so... ingat BE KIND!!
Nah.. Terakhir adalah LOVE. Semua hal tidak akan pernah lepas dari yang namanya cinta, baik untuk orang lain maupun diri sendiri, namun sayangnya banyak yang lupa untuk selalu mencintai diri sendiri. Mencintai diri sendiri bisa dimulai dari menerima keadaan kita apa adanya baik fisik, pendidikan, keuangan, pekerjaan, dll. Kebanyakan orang selalu sibuk membandingkan dirinya dengan orang lain. Misalnya melihat tetangga yang rumahnya susun 3, sedangkan rumahnya sendiri tidak bertingkat. Padahal memiliki rumah susun 3 pun tidak menjamin kebahagiaan seseorang. Jadi terimalah keadaan dirimu dari segi apapun, agar tidak sibuk membandingkannya dengan orang lain. Kemudian pertimbangkan mana yang perlu diperbaiki dan apa yang perlu ditingkatkan, karena menerima keadaan apa adanya itu bukan berarti pasrah dan tidak melakukan apa-apa. Jika memang ada yang perlu dirubah sebagai bentuk cinta pada dirimu, maka rubahlah atas dasar cinta kepada diri sendiri bukan orang lain ^o^ so... ingat ALWAYS LOVE!!
Demikianlah dengan adanya SMART WISE KIND LOVE tadi, kita bisa menjadi BAHAGIA. Boleh menolong orang lain demi kebahagiaannya, tapi jangan lupa menolong diri sendiri juga ya agar bahagia juga.
Yup itulah pemikiran baru saya tentang kata happy huehue, jika ada yang berbeda pemikiran silahkan bisa comment langsung dan ungkapkan pemikiranmu biar sama-sama saling belajar heuhue
Matur nuwun _/\_

aseeeeek.....
BalasHapussemoga kamu juga bisa bahagia yaaa... sekali-kali egois ga apa-apa kan demi diri sendiri....