Hummm... I remember something that impossible for me to forget..
Bisa dibilang ngenes banget kalau diingat. Dalihnya terdengar perkataan bahwa mimpi itu tidak ada batasan, bermimpilah hingga tercapai dan berbahagialah untuk kehidupanmu itu. Apakah kondisi seperti itu tetap berlaku kalau ternyata justru orang-orang terdekatmu yang menyebabkan mimpimu itu terbatas, bahkan mimpi itu MATI, MEMBUSUK, HILANG?
Beberapa tahun silam pernah ada kisah seorang Ayah memohon maaf atas segala tindakannya selama ini kepada putrinya. Bagi putri, Ayahnya ibarat seorang Raja yang sangat disegani dan membuatnya kagum, namun sesal tak pernah hilang karena mimpinya dibakar habis oleh Raja. "Bisakah kita membuka lembaran baru lagi? Maafkan aku,"pintanya. Putri hanya menatap sedih, senyum kecil, kristal bening membasahi pipi, satu kata pun tidak dibiarkan keluar, hening penuh amarah, tersesat, dan tak berdaya.
Orang bilang tidak ada kata terlambat, terus dikejar dan pasti akan tercapai. Pada kenyataannya semua mimpi itu ada limitnya karena seleksi alam dan waktu. Hidup itu ibarat perlombaan, kalau tidak cepat-cepat berlari, ya tidak akan menang. Walaupun bukan berarti yang jalan santai tidak bisa menyelesaikan perjuangannya, mereka tetap sampai tapi belum tentu bisa menang. Satu hal yang jelas, WAKTU adalah predator yang tidak akan pernah menunggu, tidak bisa ditipu, dan tidak bisa dihentikan. Hal itulah yang membuatku yakin bahwa mimpi juga bisa gagal karena waktu.
Option lanjutan biasanya membuat mimpi lainnya tercapai, namun yang terjadi malah memikirkan mimpi yang sama, seakan-akan sudah tidak ada mimpi yang lain lagi. Hmpf... Keadaan seperti ini tetap disyukuri dan bukan berarti belum memaafkan siapapun yang terlibat. Hanya saja terkadang memaafkan dan tidak bisa melupakan itu diartikan sama walaupun sebenarnya berbeda arti.
Dear My self, it's okay..
Maybe this is the best for you from God
Stop regret, I knew you were tired to regret your dream
The most important thing is
The most important thing is
you keep trying and you never stop
Even you know that
you cannot achieve your dream
To become a pianist and join the orchestra
Someday in other life, I'll achieve my dream
I'm sorry Dad, you were right maybe I'm still angry with you, but I want you to know that
I never become a princess without you
Jadi begitulah, mimpiku tetap sama dan tetap kunikmati walaupun aku tau usiaku sudah jauh dari orkestra heuheuheu. Bukan salah siapa-siapa, inilah peranku yang ada dalam dramaMU dan tentu saja akan kubuktikan bahwa aku bisa menyelesaikannya walau kalah. All is well :*





Tidak ada komentar:
Posting Komentar