Jumat, 13 Februari 2015

Real Which One?

Jika kemarin berimajinasi, pada kenyataannya adalah :

1. Aku pegang 1 kipas yang kuambil dari tasku
2. 1 gelas green tea panas yang kutuang ke dalam gelas mungil bergambar kartun
3. 20 biji permen cokelat biskuit warna warni yang kuambil di kotak ajaib berisi makanan
4. Satu botol jumbo air mineral beroksigen

Kenyataan yang kulakukan adalah aku membunuh banyak musuh menggunakan kipas yang ada di inventory ku, dengan mengeluarkan beberapa skill yang telah kupelajari di game ku. Tentu sambil menikmati green tea dengan sekali teguk, dan dengan perlahan melahap permen cokelat biskuit favoritku yang tentu akan membutuhkan air mineral jika melahap terlalu banyak karena eneg.

"Bersihkan niatan dan pikiranmu itu," bentak kata hatiku. Aku masih menatap layar laptopku. "Justru ini awalmu.. sadarlah...," pinta kata hatiku. Aku masih menertawakanmu di layar laptopku. "Tak akan ada gunanya kau menatap dengan penuh benci," jelas kata hatiku. Aku lebih membencinya dari aku membenci keadaan ini. Bukan salah Tuhan, Bukan salah orangtua, bukan salah keadaan, bukan salah sekolah, bukan salah kampus, bukan salah nilai, bukan salah tempat kerja.. "INI SALAAAHMU," teriakku menatap layar laptopku. Salahmu PK PK aq cukk.. yo tak pateni baleeek koeee.. Tentu mereka semua terdiam. #CaraNikmatBermainGame


Maafin Aku

Maaf Ma.. Maaf Pa..

I Love Both of You..
4ever..

which one ?

Udah 5 jam aku cuma bisa melihat beberapa benda dihadapanku

1. sebuah pisau yang sudah kuasah tajam tentu aq mengambilnya dari dapur
2. 1 gelas kecil obat nyamuk beraroma green tea ku tuang dalam gelas yg paling tidak kusuka
3. 20 biji obat secara acak yang kuambil dari kotak obatku
4. satu botol minuman bersoda

Ku ilustrasikan memotong pergelangan tanganku, sambil kumenikmati 1 gelas kecil obat nyamuk dengan sekali teguk,dan perlahan kumasukkan masing-masing lima butir obat yang akan kuminum menggunakan minuman bersoda. Kunikmati hingga jiwaku tidak lagi berada di dunia.

"Bersihkan niatan dan pikiranmu itu," bentak kata hatiku. Aku masih menatap 4 keindahan yang berjajar di mejaku hingga kini. "Justru ini awalmu.. sadarlah...," pinta kata hatiku. Aku masih menertawakan diriku didepan cermin. "Tak akan ada gunanya kau menatap dengan penuh benci," jelas kata hatiku. Aku lebih membencinya dari aku membenci keadaan ini. Bukan salah Tuhan, Bukan salah orangtua, bukan salah keadaan, bukan salah sekolah, bukan salah kampus, bukan salah nilai, bukan salah tempat kerja.. "INI SALAAAHMU," teriakku menatap cermin. Aku sungguh-sungguh membencinya, sangat membencinya dan tidak akan mau memaafkannya. Tentu mereka semua terdiam.