Jumat, 31 Januari 2014

Ini Bukan Tuli

310114/ di atas nyari angin

Ketika aku sedang tidak bisa dinasehati, itu bukan karena aku tuli, juga bukan karena aku gak mau denger saran atau kritik orang lain. Aku cuma berpikir saat mereka menasehatiku, apakah mereka akan marah, menyela, melarang ketika aku tidak ingin dinasehati dan membiarkan semua berjalan sesuai kehendakNYA. Kebanyakan sih mereka akan mati-matian tetap menasehati dan memberi masukan dengan pemikiran mereka yang melekat untuk bisa mengubahku menjadi yang diinginkannya, bukan berpikir bahwa aku berubah karena kesadaranku sendiri tanpa bumbu-bumbu yang bisa menghilangkan ciri khasku.

Setidaknya aku tidak seperti mereka, mau denger ya syukur, kalau enggak juga syukur ^o^


Jumat, 24 Januari 2014

Terdiam Tak Bergerak

250114 / di dalem kamar

Hari ini aku senaaaaaanggg...
Akhirnya aku bisa menggerakan jari jemariku dan aku sudah bisa berjalan normal Heuheuheuhe....

Mengingat beberapa hari yang lalu, demamku tidak juga menurun padahal aku sudah melahap hingga 16 kapsul namun tetap tidak ada hasil. Hasil yang kudapat malah lebih menyeramkan dan aku tidak mau mengalami hal itu lagi. Saat aku bangun tidur, aku nggak bisa gerakin jari-jemariku, demamku pun tetap tidak membaik, dan tentu aku hanya bisa menangis karena jariku tidak bisa bergerak. Kemudian keesokannya lutut kiriku tiba-tiba tidak bisa dibuat berdiri, agak sore dikit telapak kaki kananku tidak bisa memijak lantai karena aku tidak bisa menggerakan pergelangan kaki kanan. Lengkap sudah deritaku, saat itu aku dinyatakan lumpuh sementara.

Mamaku semakin membuat panik, beliau berkata aku terkena cikungunya, malamnya aku dibilang kena kolesterol atau asam urat -_____- sungguh perasaanku saat itu sangat tidak tertolong, aku hanya menangis saja. Datanglah Papaku, memegang dahiku, menenangkanku, dan berkata "Nduk.. kamu masih demam gini lhoo.. mau di bawa kedokter lain aja tah?" tanya Papaku. Aku hanya menggelengkan kepalaku dan berkata "Bosen minum obat Pa, Udah habis 16 obat demam tapi malah kayak gini... jadi trauma minum obat," jawabku. "Ya sudah, kamu minum air mineral yang banyak, kalau bisa sampai kamu terkencing-kencing, kita keluarin racun ditubuhmu pakai air mineral," solusi ajaib dari Papa.

Saat itu Papa akan pergi ke Semarang, jadi sedikit sedih juga gak ada Papa dirumah, maklum beberapa manusia di sini terlalu seram ketika memberikan jawaban atau solusi. Jadi aku bertekad, ketika Papa datang, aku harus sudah bisa berjalan normal dan bisa menggerakan jari-jariku.

Daaaannn TAAARAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA !!! GUE SEMBUH COY... Aku bisa berjalan normal, aku bisa main piano, aku bisa mandi juga lhooo.. trus tadi aku bisa cuci baju tanpa pusing-pusing, cuma hanya nafsu makan saja yang masih belum kembali sepenuhnya, masih batuk dikit-dikit juga heuheuheuhue.

Tak terbayangkan ketika hal itu benar-benar aku alami untuk selamanya, mungkin hari ini aku sudah mengakhiri hidupku. Aku bersyukur masih diberikan kesempatan untuk menjaga diri lebih more better lagi. Terima kasih Tuhan, Papa dan semuanya :*

Kamis, 16 Januari 2014

Tetap Menikmati

170114 / sendiri di kamar sambil liatin tanaman bergoyang dan adek-adek

Okeh aku jelaskan keadaanku sekarang. Berkeringat, masih demam, menstruasi dan tidak boleh mandi. Oh God, benar-benar keadaan yang gak banget untuk dinikmati. Baru kali ini aku bisa merasakan bosan tidur. Seharusnya sekarang ini aku sudah terlelap karena habis makan dan menelan obat demam. Cuma aku tau keadaan tubuhku ini sebentar lagi ketika aku klik "publikasikan" badanku demam lagi, pusing, dan segera harus tiduran. (udah mulai kerasa puyeng lagi)

Tapi ada hal lucu yang patut di share di sini. Jadi aku ini lagi duduk di tempat tidur mama papa dekat jendela, aku bisa liat adek Firman dan teman-temannya sedang mengerjakan tugas. Nampaknya tugas membuat drama yang direkam dalam bentuk video. Hal yang buat lucu adalah mereka selalu melakukan kesalahan yang sama dan harus memulai lagi dari awal berulang kali. Awalnya mereka bersorak bahagia karena merasa dramanya berhasil, namun ternyata "Lhoo, kan kamu harus masuk dulu.. lupa aku.. bla bla bla.... ahahahahahaha" setelah berdebat mereka langsung tertawa terbahak-bahak dan memulainya lagi dari awal.

Aku terhibur dan rasa bosanku hilang ketika melihat mereka. Aku rindu kehidupan SMA ku :) masa mudaku yang tak akan pernah terulang lagi. Sepertinya aku stres karena usiaku bertambah tua heuheuheue payaaahhh ^~^

Hooo.. Selamat untuk adekku Karen yang terpilih menjadi salah satu perwakilan sekolah dalam perlombaan Da'i di Cito, semoga ini menjadi awal dari prestasi-prestasimu, berjuang dan semangat yhaa... Sayang aku gak bisa datang ngelihat karena sakit. Semangat !!!

Akhirnya :) Thanks

160114 / di kamar mama

Kini aku merasa senang dan tenang. Aku tadi buru-buru sms kedua teman yang kukasari tadi, aku meminta maaf dengan sangat dan tentu aku menyesal melakukannya, namun aku kaget. Mereka berdua tertawa dan berkata "Ahahahahha apa yang kau lakukan, bisakah kau lebih santai !! Sedikitpun aku tidak tersakiti dengan perkataanmu, karena aku paham kau sedang sakit..".

Aku bingung dan sekali lagi aku mengirim sms untuk minta maaf, "Namun kau harus tetap memaafkanku, karena aku merasa kalimatku begitu tidak benar, aku mohon maafkan aku :) ," pintaku. Akhirnya mereka memaafkanku walaupun mereka masih tertawa melihat tingkahku. Salah satu dari mereka berkata "Santai yha, jangan mikir macem-macem :* ," pesannya.

Setelah itu aku bercermin dan tentu saja aku tertawa terbahak-bahak karena aku tidak biasa melakukan hal ini, tapi aku bangga karena ada perubahan yang benar dalam diriku yaitu jika melakukan kesalahan baik disengaja maupun tidak, AKU AKAN MINTA MAAF.

Salam damai dan selamat beristirahat :*

Not Again :(

160114 / di kamar mama

Mungkin sejenak aku marah dengan sikapku tadi, padahal seharusnya aku bisa mengakhiri perdebatan aneh dengan berkata "Ya sudahlah apapun itu, aku pulang dulu yha... sampai jumpa.." namun kalimat yang keluar adalah sebagian dari bentuk ego ku yang ingin menekankan bahwa "Kepalaku pusing, kau diam saja dan aku tidak mau tau..." lalu aku meniggalkan mereka berdua tanpa sapaan terakhir yang tidak menyenangkan.

Semoga kelak aku bisa mengontrol  emosi ku lebih baik lagi, tentu bukan hanya untuk diriku namun orang lain juga. Salam damai dan maaf ^.^

Minggu, 12 Januari 2014

Diamku

130114 / di tempat biasa

Udah hampir seminggu aku hanya mendiamkan seluruh dunia. Manusia, HP, saudara, sahabat, teman, tetangga, tukang pos, orang kirim paketan, hamster, kecoa, cicak, ikan di depan kamarku, nyamuk, lalat, tukang sayur, dan banyak lagi. Aku juga mendiamkan lampu-lampu yang seharusnya bisa membuat terang penglihatanku, namun hanya kubiarkan padam dan terus mendiamkan segala hal.

Aku diam bukan karena marah, aku diam bukan karena sakit tenggorokan, aku diam bukan karena bisu, aku diam bukan karena tak mau tau segala hal, aku diam bukan karena kehilangan simpati dan empatiku, aku diam bukan karena aku bosan jadi makhluk sosial, aku diam bukan karena masakan Ibuku selalu enak, aku diam bukan karena sering turun hujan, aku diam bukan karena lapar, aku diam bukan karena berat badanku naik, aku diam juga bukan karena salah satu mantanku yang tiba-tiba muncul dimimpiku, aku diam juga bukan karena melihat pria yang kusukai masih saling mengikat dengan kekasihnya, aku diam bukan karena mesin cuci rusak, aku diam bukan karena belum servis motor, aku diam juga bukan berarti aku terlahir bodoh, aku diam karena aku ingin diam.

Beberapa respon memang cukup menarik untuk dilihat, seakan-akan menjadi Tuhan yang hanya melihat, menganalisis, memperhatikan makhluk ciptaannya. Ada yang mengira aku sedang marah, adapula yang memberikan segala halnya untukku karena dikira aku sedang patah hati, ada yang mengira aku sedang depresi karena belum bekerja, ada yang mengira aku sedang sakit, ada yang mengira aku sombong dan tidak mau tau, ada yang mengira aku sedang sensi, adapula yang bela-belain datang agar aku terhibur, ada yang rela menyanyikan banyak lagu untukku, ada yang sok tau dengan menganalisis permasalahanku padahal dia tidak tau alasan aku diam, dan banyak lagi respon lainnya.

Seorang Dalang Indonesia yang aku kagumi pernah berkata bahwa diam itu dosa karena mendiamkan segala hal, mungkin saat ini aku sedang berdosa karena mendiamkan segala hal heuhuehue

Sedang berdosa sama dengan tidak sesuai tempatnya...
Pamer photo akh ...