Berlanjut pada Ami dan Aint yang memulai pertukaran identitas..
"Humm Aint.. km gak leveling?," tanya Ami.
"Nungguin Ami ajha, takut kenapa-kenapa," ucap manis Aint.
"-______- jangan ikutin terus.. ntar levelnya ga naik-naik lho Aint," terheran-heran Ami.
Aint menjawab hanya dengan senyuman. Entah apa yang sedang dipikirkan Aint maupun Ami pada saat itu. Berkali-kali Ami meminta Aint untuk pergi leveling, berharap Aint tidak selalu mengikutinya. Bagaikan berdiri membelakangi matahari, bayangan selalu saja muncul tepat di dekat Ami. Menjauhkan takdir yang sengaja hadir untuk lebih menjerat Ami, namun Aint tetap berdiri tegap didekat Ami untuk terus berada disampingnya.
"Katanya pergi leveling, kok di peta masih ada kamu Aint," makin terheran Ami.
"Gak suka yha Aint di sini?," ucap dengan sedih Aint.
"Bukan gak suka, jadinya aneh di ikutin terus sama Aint," ucap Ami mendekat ke tempat Aint.
Terdiam sejenak......
"Boleh gak kalo Aint lebih mengenal Ami?," dengan nada lembut Aint.
"......... humm ini kan udah kenal Aint," kata Ami menenangkan.
Aint tersenyum dan memberanikan diri menggendong Ami. Terasa tidak mungkin untuk bersatu, namun kenyataan berkata lain. Kebersamaan mereka mulai menumbuhkan bibit-bibit kenyamanan satu sama lain. Bukan hanya kisah Edward Cullen dan Bella Swan dalam film Twilight, Ami dan Aint pun saling mengikat satu sama lain tanpa mereka sadari karena adanya rasa nyaman. Takdir pun terbahak menjerat mereka lebih dalam. Menyembunyikan duri-duri untuk mereka berdua, seakan bangga telah menjebak mereka dalam kepalsuan. Tak pedulikan hal buruk itu, hubungan mereka pun sengaja tidak diberhentikan.
"Aint, ada facebook gak?," tanya Ami.
"Kebetulan beberapa hari lalu baru buat, facebook Ami apa? nanti biar Aint yang add," jawab Aint.
Mereka pun saling bertukar facebook. Harapan Ami agar bisa kenal lebih dekat, dan tidak hanya dalam dunia maya. Rasa penasaran Ami semakin besar, facebook pun bergegas dibukanya, berharap ingin tau seperti apa seorang Aint itu. Sedikit berpikir dan terdiam keheranan, Ami hanya melihat nama yang tidak tertulis lengkap, hanya ada panggilan dan satu nama kecil didepan, foto hanya bergambar char Aint di game, info hanya berisi tentang Aint bertuliskan (masih misterius), dan nama pengguna yang disamarkan serta alamat email. Seakan akan peringatan hadir lagi dalam genggaman Ami untuk meningkatkan kewaspadaan, namun hatinya luluh karena kepolosan yang membuatnya tampak bodoh. Beranggapan semua orang pasti akan berniat baik karena Ami tidak pernah berniat jahat pada siapa pun. Rasa penasaran yang menggelora membuat Ami tak pernah menyerah untuk terus bertanya dan berbincang dengan Aint. Hingga kedekatan mereka mulai menjadi perbincangan pemain lain. Ungkapan diri pun mulai dilantunkan......
(To be Continued)
Catatan : Senangnya ternyata banyak yang menunggu kelanjutan kisah Ami dan Aint ini.. Terima kasih yhaaa.. Maaf terlampau lama karena sambil revisi skripsi boookk... biar bisa wisuda gue... skali lagi terima kasiih yhaa.. *BigHug*






